Tips Mengajarkan Anak Beramal, Berbagi dan Peduli Terhadap Sesama

Hai ayah bunda, terima kasih telah meluangkan waktunya untuk berkunjung di blog Suryadisabilitas.com. Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi tips tentang bagaimana cara untuk mengajarkan anak berbagi dan peduli terhadap sesama.

Tips Mengajarkan Anak Beramal, Berbagi dan Peduli Terhadap Sesama
Sumber gambar: ebookanak.com
Semua orang tua pasti ingin buah hatinya tumbuh menjadi insan yang bermanfaat bagi di mana ia berada. Semua itu pastinya dimulai dari beberapa karakter sosial yang harus tumbuh pada anak untuk mengembangkan kepedualiaannnya terhadap sesama. Salah satu contohnya adalah sifat berbagi dan peduli terhadap sesama.

Seperti kita ketahui bahwa menanamkan nilai-nilai dan kebiasaan baik pada seorang anak dapat para orang tua dilakukan sejak dini. Salah satu conroh nilai kebaikan yang dapat ayah bunda ibu tanamkan pada si buah hati adalah beramal sebagaimana yang telah dianjurkan oleh semua agama.

Mengapa mengajarkan anak untuk beramal soleh itu penting? Bagaimana tips atau caranya tanpa membuat anak merasa terbebani? Nah, silahkan ayah bunda simak penjelaskan selengkapnya tentang tips tentang bagaimana cara untuk mengajarkan anak, beramal, berbagi dan peduli terhadap sesama.

Mengapa perlu mengajarkan anak beramal?

Dikutip dari Children’s Bureau bahwa beramal adalah mengajarkan anak untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.

Selain itu, beramal juga dapat memberi pemahaman kepada anak bahwa dalam kehidupan ada orang-orang yang memerlukan bantuan atau perlu dibantu.

Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa di suatu saat nanti nanti anak juga membutuhkan bantuan orang dari orang lain.

Untuk diketauhi bersama bahwa sebenarnya mengajarkan si buah hati untuk beramal sejak usia dini tidaklah begitu sulit. Hal ini dikarenakan mereka memiliki insting berbagi yang lebih tajam daripada orang pada usia orang dewasa.

Dikutip dari The Greater Good Sciences Center bahwa anak-anak memiliki insting untuk berbagi dan memiliki rasa membantu lebih tinggi kepada teman-teman mereka terutama saat usianya masih sangat kecil.

Saat anak melakukan sikap berbagi dan beramal soleh,ia merasa sangat menikmati dan bahkan lebih merasa bahagia jika dibandingkan dengan mendapatkan sesuaut hadiah untuk dirinya sendiri.

Cara mengajarkan anak beramal soleh

Banyak orang tua yang merasa bingung dalam mengenalkan anak tentang beramal. Harus dimulai dari mana? Bagaimana cara untuk mengajarkan anak beramal soleh? Apakah harus benar-benar terstruktur dan terancana dengan baik atau bisa dilakukan dengan cara yang mungkin lebih mudah dan sederhana?

Untuk memudahkan ayah bunda mengajarkan anak beramal soleh, berikut ini kami sajikan beberapa cara mungkin dapat ayah bunda lakukan.

1. Mulailah dari Hal yang Kecil

Untuk diketahui bersama bahwa sebenarnya mengajarkan anak-anak untuk beramal dan menolong orang lain dapat orangtua mulai dari hal-hal kecil dalam keluarga atau lingkungan sekitarnya. Contohnya saat saat ayah, adik, atau saudara sedang sakit, ibu dapat meminta bantuan si kecil untuk dapat menyiapkan makann dan pakaian ganti yang diperlukan. 

Mengajar si kecil untuk melakukannnya bersama-sama. Contoh lain misalnya ketika temannya terjatuh dari sepeda, ibu dapat meminta si kecil untuk membantu temannya dan memberi bantuan jika temannya terluka.

Dapat juga melakukan kunjungan sosial ke rumah-rumah temannya yang kurang mampu, dan memberi contoh untuk memberikan santunan atau bantuan. Kegiatan-kegiatan seperti ini akan dapat menimbulkan dan membangkitkan rasa kepedulaian antar sesama, serta dapat mengajarkan anak untuk beramal bagi orang-orang yang membutuhkan.

2. Membuat Tradisi dalam Keluarga

Tradisi adalah dalam keluarga pastinya berbeda-beda. Sebagian orang biasanya melakukan ini pada saat momen-momen penting, seperti misalnya ulang tahun anak.

Dikutip dari Charities Aid Foundation, membuat tradisi atau kebiasaan rutin beramal membuat anak belajar berbagi kepada sesama dan memanfaatkan barang miliknya dengan baik.

Ayah bunda dapat membuat kebiasaan menyumbangkan bantuan kepada fakir miskin dalam lingkungan masyarakat di sekitarnya, atau berbagi buku ke perpustakaan gratis dekat rumah atau panti asuhan.

Walaupun si anak sebagai pemberi, namun ayah bunda tetap perlu mengenalkan anak-anak panti asuhan sebagai teman-temannya. Hal ini bertujuan agar menghindari anak dari sifar sombong saat ia dewasa nanti.

3. Membiasakan untuk Mengatakan Terima Kasih

Mengucapkan kalimat terima kasih merupakan kalimat yang sangat sederhana, namun bapak orang sulit untuk mengatakannya. Oleh karena itu menerapkan kebiasan untuk mengucapkan terima kasih sangatlah penting pada anak usia dini. Ayah bunda dapat mengajarkan kepada anak bahwa walaupun itu adalah ucapak sederhana, namun itu dapat membuat hati orang lain senang.

4. Beri Kesempatan Anak untuk Memilih

Untuk diketahui bersama bahwa saat melibatkan anak dalam setiap kegiatan amal bertujuan agar ia mengerti, namun ini tidak menutup kemungkinan bahwa ia merasa bahwa ini adalah sebuah tindakan yang dipaksa, sehingga ini akan menimbulkan anak merasa terpaksa dan tidak tulus saat berama. Oleh karena itu untuk mencegah hal itu terjadi, ayah bunda dapat memberi anak sebuah pilihan.

Contohnya adalah ibu dan ayah tidak bisa meminta kepada anak untuk terus menyumbangkan pakaian kepada orang lain yang membutuhkan. Berikanlah beberapa pilihan lain kepada anak agar ia dapat menyesuaikan dengan apa yang ia inginkan.

Jika terlihat anak tidak nyaman saat memberikan mainannya, pakaian, atau uangnya kepada orang lain, ayah bunda dapat memberi pilihan kepada anak untuk bermain dengan teman-temannya.

Mungkin ayah bunda dapat mengatakan kepada anak dengan kalimat sederhana seperrti berikut;

“Nak. tau enggak? bahwa beramal itu tidak hanya dapat dilakukan dengan memberika seseorang dalam bentuk barang lho, bermain dengan teman dan membuat mereka bahagia juga termasuk ke dalam perbuatan amal yang baik"

5. Orangtua Menjadi Contoh atau Suri Tauladan yang Baik

Anak adalah peniru yang sangat handal. Anak sering melalukan tindakan dan perbuatan yang sama seperti ayah bundanya. Jika ayah bunda sering marah, maka anak akan melakukan hal yang sama kepada teman-temannya di sekolah ataupun di rumah. 

Jika orang tua sering memukul, maka ia juga akan melakukan hal yang sama, karena sesungguhnya perilaku seorang anak adalah cerminan dari ayah bundanya. Nah, jika ayah bunda sering melakukan amal yang baik, maka anak juga akan melakukan hal yang sama.

Sebuah Penelitian dari Journal of Adolescence mendapati bahwa 18 persen remaja beramal ketika orangtuanya melakukan hal-hal yang sama dalam satu tahun terakhir.

Selain memberikan contoh, ayah bunda juga juga erlu memberikan anak pemahaman tentang beramal dan berbagi kepada anak sejak dini.

Penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa 33 persen anak-anak akan beramal secara sukarela bila ia mendapat pemahaman yang baik tentang beramal dan mendapat contoh yang baik dari apa yang dilakukan dari orangtuanya.

Selain itu, 47 persen anak merasa sukarela untuk beramal ketika ayah bundanya menjelaskan tentang pentingnya berbagi terhadap sesama.

Sara Konrath, seorang asisten profesor program studi filantropi di University of Indiana mengatakan bahwa tindakan lebih efektif daripada kata-kata adalah saat mengajarkan anak untuk beramal.

Namun, pada situasi ini, anak sepertinya butuh keduanya, yaitu contoh dan pemahaman. Hal ini bertujuan agar anak lebih mudah untuk memahami arti dari berbagi.

Sebagai contoh sederhana saat ayah bunda mengajak anak balita untuk menyumbangkan pakaian yang layak pakai ke panti asuhan. Sambil dalam perjalanan, ayah budan dapat bercerita bahwa jika kita memiliki pakaian yang sudah tidak layak pakai tapi masih bagus, kita dapat menyumbangkan pakaian tersebut yang orang-orang yang membutuhkan.

“Daripada baju kakak tidak dipakai kakak dan simpan terus, alangkah baiknya jika ibu kasih ke temen-temen panti asuhan ya kak. Pasti mereka akan sangat senang mendapatkannya" ayah bunda dapat mengatakannya dengan nada yang lembut, apalagi ditambah dengan kalimat yang memotivasi.

Ketika seorang anak tidak ingin melakukan kegiatan amal dalam bentuk apapun, ayah bunda tidak perlu ibu tegur, biarkan saja.

Kembali lagi kepada tujuan utama bahwa, ini untuk mengajarkan anak sebuah ketulusan saat ia sedang berbagi dengan sesama.

Memang penuh tantangan serta tidak mudah untuk menjadi orangtua yang baik, tetapi ayah bunda dapat memberi contoh sikap-sikap yang dapat menanamkan kebaikan pada si kecil, termasuk mengajarkan anak untuk beramal.

1 comment for "Tips Mengajarkan Anak Beramal, Berbagi dan Peduli Terhadap Sesama"

  1. Designed to be built-in into a high pace, high throughput packaging or shipping answer, these barcode label printers set the standard for dependable operation in any surroundings. Print with confidence figuring out you have have} a companion with 50 years of thermal printing innovation by your side. We understand your operational challenges and go cool towels know your workflows. We’re targeted on what’s subsequent, and what’s forward for your small business. Thermography, or raised printing, is less expensive than engraving.

    ReplyDelete