Guru Terpilih untuk Anak Spesial dari Orang Tua Pilihan TUHAN

Guru Terpilih untuk Anak Spesial dari Orang Tua Pilihan TUHAN
Sumber gambar: mnosal49.wordpress.com

Butuh kesabaran dan keikhlasan dalam mendidik peserta didik berkebutuhan khusus. 

Guru-guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) mereka mengajar seperti guru pada pada umumnya. Selain mengajar mereka juga memikirkan bagaimana membuat satu strategi untuk pengembangan tingkah laku peserta didik agar lebih baik, membuat program agar emosi anak lebih stabil, menyusun strategi agar tingkah laku hiper pada anak lebih terkontrol, memodifikasi lembar kerja agar anak dapat mengeluarkan ide gagasan sesuai kemampuannya, menyesuaiakan pembelajaran agar anak dapat belajar dengan optimal walau dengan hambatan yang anak miliki, mengembangkan kemampuan motorik halus dan motorik agar dapat berfungsi dengan baik sesuai perkembangan usianya. 

Baca juga: Tunanetra Cantik dengan Segudang Prestasi

Lalu, masih kah mereka dianggap sebagai guru yang biasa-biasa saja?

Telinga ini pernah mendengar sebuah percakapan “mangat that guru SLB, chit duk-duk manteng lam glah, taperuno aneuk pih hana meuphom-meuphom = enak kali guru SLB, tinggal duduk-duduk aja dalam kelas, ngajari anak pun anaknya gak paham-paham”.

Juga dalam sebuah percakapan telpon;

Dedek (nama panggilanku), pat ngajar jino? = di mana ngajar sekarang? Lalu, aku menjawab, lon ngajar di SLB. Temanku lalu berkata, oooooo sikula aneuk-anek idiot nyoe? = sekolah untuk anak-anak idiot ya? Panjang cerita, lalu saya memberi kuliah 2 SKS kepada teman saya.

Saudaraku.

"Tidak ada orang tua di dunia ini yang menginginkan anaknya terlahir dalam keadaan disabilitas. Dalam setiap do’a yang kita panjatkan bermohon agar Allah mengkaruniai kita anak yang sehat lahir batin dan batin".

 

Lantas, bagaimanakah kondisi ibu yang Allah titipkan insan spesial dalam rahim mereka?

Saat anak itu lahir, orang tuanya menyambutnya dengan rasa syukur kepada Ilahi, senyuman indah terpancar dari wajah orang tuanya. Menyusuinya menjaganya, hingga satu ekor nyamuk pun tak boleh menghinggapi tubuh bayinya.

Baca juga: Ammar, Autis Sang Hafiz Quran

Seiring waktu berjalan, dengan bertambahnya usia si buah, barulah diketahui bahwa buah hatinya memiliki hambatan dan perkembangan tidak seperti anak pada usia sebayanya.

Lantas, apakah orang tua ini tidak menerima keadaan? Apakah rasa syukur saat bayi dilahir berubah menjadi kufur nikmat?

Tidak sobatku. Mereka (orang tua) tetap teguh dengan syukur dengan nikmat yang Allah titipkan kepadanya.

Mereka tetap membesarkan anaknya dengan harapan yang besar agar buah hatinya tumbuh dengan maksimal seperti anak-anak pada umumnya. Dapat bermain, dapat bersekolah, dan dapat menikmati hak-haknya sebagai warga Negara.

Baca juga: Tips Membantu Anak Autis Saat Pandemi Covid-19

Sobat, tenangkan pikiranmu, penjamkan matamu, dan berfikirlah jika kondisi orang tua yang memiliki anak disabilitas itu berada pada diri kita.

Sanggupkah kita? Harapan terbesar apa yang kita inginkan untuk buah hati kita dalam kontek pendidikan?

Guru-guru SLB adalah partner orang tua peserta didik berkebutuhan khusus. Harapan besar tersimpan dalam hati orang tua saat memasukkan buah hatinya ke sekolah pendidikan khusus. Guru SLB selalu memberikan yang terbaik bagi semua peserta didik.

Baca: Program Khusus Anak Autis Berdasarkan Usia Sekolah

Sobat, taukah anda pengharapan besar apa dari guru-guru SLB terhadap peserta didik berkebutuhan khusus?

Kami berharap setiap anak yang masuk ke SLB mereka dapat berkembang secara optimal. Saat perilaku kemandirian, perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor anak sudah terbentuk dengan baik, maka kami berharap mereka dapat bersekolah di sekolah-sekolah regular, bertemu dengan teman-teman sebayanya. Belajar, bermain bersama, menyayangi dan disayangi, menjadi sebuah wadah yang menerima keberagaman peserta didik, hidup harmonis, serta hidup menjadi warga negera yang MERDEKA.

Baca juga: Strategi Jitu Mengajar Anak ADHD

Sebagai penutup saya ingin menyampaikan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus mempunyai hak yang sama dalam kehidupan ini, mereka juga berhak mendapat pendidikan yang layak seperti teman-temanya seusianya. 

Mereka tidak ingin diberi belas kasih, yang mereka inginkan adalah mereka diberi kesempatan seluas-luasnya, dihargai keberadaannya, dan mereka ingin berbaur dalam masyarakat yang harmoni tanpa diskriminasi.

Post a Comment for "Guru Terpilih untuk Anak Spesial dari Orang Tua Pilihan TUHAN"