Planning Matrix dalam Pendidikan Khusus: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Prosedur Pengembangan

Hai sobat pembelajar. Selamat datang di Blog Surya Disabilitas. Kami ini admin akan berbagi pengetahuan kepada sobat semua tentang Planning Matrix dalam Pendidikan Khusus. 

Penjelasan tentang Planning Matrix dalam Pendidikan Khusus mencakup; Pengertian Planning Matrix, Tujuan Planning Matrix, Fungsi Planning Matrix, dan Prosedur Pengembangan Planning Matrix.

Dalam tulisan ini juga admin mengaitkan tulisan lainnya terkait planning matrix, yaitu contih contoh planning matrix bagi peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) yang dapat sobat baca juga.

Nah, sekarang silahkan sobat membaca dengan seksama tentang Planning Matrix dalam Pendidikan Khusus: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Prosedur Pengembangan.

Pengertian Planning Matrix


Program layanan kebutuhan khusus didasarkan pada simpulan hasil asesmen secara langsung. Hal ini tidak salah namun materi yang dipergunakan sebagai dasar penyusunan program masih berupa potongan-potongan simpulan atas hasil asesmen yang telah dilakukan.

Planning Matrix dalam Pendidikan Khusus: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Prosedur Pengembangan
Sumber gambar:creativesafetysupply.com

Quentin Iskov, Project Officer: Disabilities Department of Education and Children’s Services (2012) menambahkan satu tahapan lagi sebelum menyusun program intervensi, yaitu penyusunan planning matrix. 
Planning matrix adalah mapping diskripsi tentang kondisi peserta didik berkebutuhan khusus secara individu yang menggambarkan tentang kondisi aktual hambatan karakteristiknya, dampak, strategi layanan dan media yang diperlukan dalam intervensi. 
Deskripsi mapping karakteristik kebutuhan khusus tersebut selanjutnya disusun skala prioritas yang menggambarkan urutan urgensi masalah yang perlu segera ditangani. 



Oleh sebab itu dengan adanya planning matrix ini, guru pendidikan khusus menjadi sangat terbantu, karena untuk menetapkan program layanan kebutuhan khusus, tinggal menyusun program layanan kebutuhan khusus tersebut sesuai dengan skala prioritas yang telah diperoleh. 


Pada awalnya planning matrix ini dibuat untuk anak autis spectrum disorder (ASD), namun dalam perkembangannya, peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan lainnya juga menjadi sangat terbantu dengan plaanning matrix ini. Jenis hambatan/kelainan pada peserta didik berkebutuhan khusus yang selanjutnya dapat dirumuskan.

Tujuan Planning Matrix
  1. Memetakan kondisi aktual akademik maupun kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan.
  2. Menganalisis dampak dari masing-masing aspek kondisi aktual peserta didik berkebutuhan khusus baik akademik maupun kekhususannya.
  3. Menganalisis strategi layanan yang tepat pada ABK sesuai dengan kondisi dan kebutuhan khusus peserta didik berkebutuhan khusus baik akademik maupun kekhususannya.
Fungsi Planning Matrix
  1. Memudahkan guru/terapis dalam menetapkan kondisi awal aktual (baseline) peserta didik berkebutuhan khusus baik aspek akademik maupun kekhususan.
  2. Membantu guru/terapis dalam mempuan mapping kondisi peserta didik berkebutuhan khusus secara komprehensif.
  3. Memudahkan guru/terapis dalam menetapkan skala prioritas layanan kekhususan yang harus segera dilakukan.
Prosedur Pengembangan Planning Matrix 
  1. Mengkategorikan data hasil asesmen berdasarkan jenis hambatan/ kelaianan peserta didik berkebutuhan khusus.
  2. Membuat tabel mapping peserta didik berkebutuhan khusus berdasarkan jenis hambatan/kelainannya sesuai dengan temuan asesmen.
  3. Menuangkan temuan kondisi aktual karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus pada tabel mapping yang telah dibuat.
  4. Menganalisis dampak temuan kondisi aktual peserta didik berkebutuhan khusus dan dituang pada tabel yang telah dibuat.
  5. Menganalisis strategi layanan pada setiap temuan kondisi aktual peserta didik berkebutuhan khusus dan dituangkan pada tabel yang telah dibuat.
  6. Menganalisis skala prioritas layanan berdasarkan berat ringannnya dampak yang telah dituangkan pada tabel tersebut.

Nah, demikianlah yang dapat admin bagikan tentang Planning Matrix dalam Pendidikan Khusus: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Prosedur Pengembangan. Semoga bermanfaat ya.

Sobat Surya Disabilitas stay tune blog kita ya, sobat bisa ikuti artikel kami terus dengan cara subscribe email untuk mendapatkan info artikel update kami. 

Jika sobat ada pertanyaan atau ingin request artikel penting lainnya, admin akan berusaha membuatnya lalu kita akan coba kupas bersama ya.

Sumber:
Materi Learning Management System (LMS) Program Pemenuhan Guru Pembimbing Khusus, Kemdikbud Tahun 2020.


Silahkan baca informasi menarik tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

⛔ Konsep Dasar dan Pengertian AKM

⛔ AKM dan Implikasinya dalam Pembelajaran

⛔ Contoh Soal AKM Numerasi dan Literasi 2021

⛔ Download Contoh Soal AKM Literasi Numerasi 2021

⛔ Download Contoh Soal AKM Literasi 2021

⛔ Download Contoh Soal AKM Numerasi 2021

⛔ Tanya Jawab Seputar Asesmen Kompetensi Minimum

Post a Comment for "Planning Matrix dalam Pendidikan Khusus: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Prosedur Pengembangan"