"Mike Tyson" jadi Guru Berprestasi

Masihkah teman-teman ingat kisah Cita-Cita "Mike Tyson" jadi Guru? Nah, berikut ini adalah lanjutan cerita si "Mike Tyson". Yuk, kita simak!.

Menjadi guru Pendidikan Khusus mempunyai kepuasan batin tersendiri apabila para siswa memahami apa yang disampaikan oleh guru dan dapat mengimplementasikan dalam kehidupannya. Sebagai guru saya memiliki prinsip bahwa segala ide, kreatifitas, dan cipta karya harus memiliki nilai manfaat, baik untuk diri sendiri, siswa, teman sejwat, sekolah maupun negara.


 "Mike Tyson" jadi Guru Berpretasi


Adapun visi saya sebagai guru adalah “Menjadi guru pendidikan khusus yang professional dan kreatif demi terwujudnya kemandirian anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat diterima masyarakat, mendapat kesempatan kerja, memperoleh fasilitas yang memadai, berperan aktif secara inklusif dalam kehidupan keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara".

Untuk mewujudkan visi itu saya memiliki misi yaitu:

  1. Mendidik anak berkebutuhan khusus tumbuh menjadi generasi yang dapat beribadah sesuai ajaran agama.
  2. Anak berkebutuhan khusus dapat hidup di tengah masyarakat tanpa ada perbedaan. 
  3. Mengembangkan keterampilan anak berkebutuhan khusus sesuai bakat dan minatnya. 
  4. Mengajarkan anak berkebutuhan khusus untuk dapat hidup mandiri dan layak di masyarakat tanpa membebani orang lain.
  5. Memberi pandangan kepada orang tua masyarakat tentang kemampuan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus yang dianggap masyarakat hanya perlu dikasihani. 
Pada suatu hari, saya duduk bersama Kepala Sekolah dan para guru. Kami membicarakan tentang persiapan anak-anak untuk mengikuti beberapa kegiatan lomba yang akan dilaksanakan di tingkat provinsi. Kami bersama mempelajari juknis perlombaan yang akan dilaksanakan, dan kami menjadwal untuk membuat rangkaian jadwal untuk bimbingan anak-anak.

Salah seorang teman memberikan informasi terkait perlombaan guru berprestasi. Mendengar informasi tersebut, tiba-tiba hati saya berdebar sambil mendengarkan cerita Kepala Sekolah tentang pengalaman teman-temannya yang pernah mengikuti perlombaan guru berprestasi di tingkat Provinsi Aceh. 

Tiba-tiba Kepala Sekolah mengajukan pertanyaan kepada kami, “Apa diantara kalian ada ingin mencoba? Mencari pengalama baru”. Bagaimana jika kita membuat seleksi persiapan dan kelengkapan portofolio untuk menjadi kandidat yang mewakili SMPLB Negeri Susoh ke Provinsi?”. 

Seketika suasana hening, dan mata saling menatap satu dengan yang lainnya. Lalu Kepala Sekolah mengatakan memberi waktu seminggu untuk mempersiapan bahan-bahan yang diperlukan dalam perlombahan, dan ini merupakan seleksi yang dilakukan di tingkat sekolah. Saya membulat tekat dan berdoa, “Ya ALLAH, jika ada jalan bagi hamba untuk mengikuti lomba ini, maka mudahkanlah”.

 "Mike Tyson" jadi Guru Berpretasi

Waktu seminggu yang diberikan telah berakhir. Tiba waktunya menyerahkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti lomba. Dari hasil penilaian yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan tim, saya terpilih untuk mewakili SMPLB Negeri Susoh untuk mengikuti lomba ke Tingkat Provinsi. Kepala Sekolah menyerahkan SK Kemenangan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat Daya untuk ditindaklanjuti. Dukungan dari istri tercinta membuat saya semakin termotivasi, disamping dukungan Kepala Sekolah dan teman-teman yang lain.

Rasa cemas itu tiba-tiba hilang, berganti menjadi rasa semangat yang begitu menggebu-gebu ketika semua teman-teman guru yang saya anggap sebagai orang tua saya memberi dorongan yang begitu besar kepada saya. Selain daripada itu saya juga lebih semangat dalam mengikuti perlombaan ini karena disini saya bisa menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman melalui interaksi antara sesama pendidik-pendidik yang berprestasi pastinya.

Saya merasa masih haus atas ilmu, oleh karena itu perlombaan ini merupakan kesempatan pertama yang akan saya jadikan titik dimana saya harus menjadi guru yang lebih professional yang dapat bermanfaat bagi anak didik, rekan guru, masyarakat, bangsa dan Negara. 

 "Mike Tyson" jadi Guru Berpretasi

Ada tiga hal yang menjadi motivasi saya untuk mengikuti seleksi Guru Pendidikan Khusus Berprestasi dan Berdedikasi di Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2019 adalah sebagai beikut:

1. Ingin berkompetisi untuk meraih prestasi

2. Ingin mendapatkan legitimasi

3. Mengukur kemampuan diri

Itulah motivasi yang mendasari mengapa saya memiliki semangat yang tinggi dalam mengikuti Perlombaan Guru Pendidikan Khusus Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2019. Saya berbekal semangat dan bersungguh- sungguh karena diberi amanat menjalankan tugas untuk membawa nama baik saya, sekolah, dan Kabupaten di tingkat Provinsi.



Baca juga:


Cita-cita "Mike Tyson" jadi Guru

Guru SLB Aceh yang Inspiratif. Ini Profilnya!

Guru SLB yang Mengharumkan Nama Aceh di Tingkat Nasional

2 comments for " "Mike Tyson" jadi Guru Berprestasi "

  1. Alhamdulillah, rakan lon yang mirip mike tyson bukan saja menjadi guru berprestasi bahkan sangat menginspirasi kami selaku pendidik, jazakumullah khairan katsira.

    ReplyDelete
  2. Barakallah fii kum sobat. Terima kasih

    ReplyDelete