Cara Mengatasi Sibling Rivalry dalam Keluarga

Di Indonesia ada ungkapan yang sudah sangat menjamur namun belakangan ini tak sedikit yang sudah tak mempercayai ungkapan tersebut. “Banyak anak banyak rejeki”. Saya pribadi mengimani dan mengamini ungkapan tersebut. Bagaimana tidak. Setiap jiwa sudah di tanggung rejekinya oleh Sang Kuasa.

Cara Mengatasi Sibling Rivalry dalam Keluarga
Sumber gambar: alodokter.com

Jika banyak jiwa dalam keluarga berarti jika di kumpulkan rejeki keluarga tersebut lebih banyak dibanding keluarga yang sedikit. Jangan lupa juga, anak adalah ladang amal kita. Semakin banyak ladangnya memang semakin sibuk namun saat panen tentu hasilnya lebih banyak bukan?

Namun kali ini bukan membahas masalah itu. Rencana banyak anak atau tidak itu sudah hak masing-masing keluarga. Kita tak berhak menghakimi.

Memang banyak anak akan semakin banyak masalah yang menanti. Salah satunya adalah sibling rivalry.

Sibling rivalry adalah pertengkaran antar saudara yang terpicu oleh kecemburuan, mencari perhatian ataupun merasa dibanding-bandingkan.

Pendapat lain menjelaskan bahwa sibling rivalry adalah kecemburuan, persaingan dan perkelahian antara saudara dan saudari. Ini adalah kekhawatiran bagi hampir semua orang tua dari dua atau lebih anak. Masalah sering dimulai tepat setelah kelahiran anak kedua. Persaingan saudara kandung biasanya berlanjut sepanjang masa kanak-kanak dan bisa sangat membuat frustrasi dan stres orang tua.

Jika ayah dan bunda mempunyai anak lebih dari satu dan selisih umurnya tak terpaut jauh, maka lebih banyak kemungkinan bagi anak-anak untuk bertengkar. Entah merebutkan mainan, makanan, giliran dan lain-lain. Biasanya hal tersebut dikarenakan anak ingin lebih diperhatikan. Sehingga mereka sering kali bertengkar tentang hal-hal sepele demi mendapat perhatian ayah dan bunda.

Sibling rivalry bisa juga di picu karena si sulung atau kakak belum siap mempunyai adik atau merasa jika dia punya adik, perhatian orang tua akan terbagi dengan adiknya.

Jika itu terjadi maka yang dapat ayah bunda lakukan adalah sebagai berikut:

• Berikan perhatian yang sama

Memberikan perhatian yang sama terhadap anak. Jangan sampai pilih kasih ataupun membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya.

• Aturan

Berikan aturan terhadap anak, seperti aturan giliran, aturan tidak melakukan kekerasan fisik, tidak boleh berkata kasar, tidak boleh mengambil barang tanpa izin dan lain-lain.

• Konsisten

Setiap ada aturan harus selalu ada konsisten dari ayah dan bunda. Aturan tak akan berjalan dengan baik jika tidak disertai konsisten dari ayah dan bunda. Jangan sampai suasana hati mempengaruhi konsisten ayah dan bunda.

• Jangan bertengkar di depan anak

Dalam kehidupan rumah tangga pasti ada problem yang harus di hadapi. Namun jangan sampai problem tersebut diketahui oleh anak-anak. Apalagi jika problem tersebut membuat ayah dan bunda bertengkar.

Meskipun ayah dan bunda membuat aturan yang melarang bertengkar ataupun adu mulut namun jika orang tua melakukannya di depan anak maka sama saja itu mencontohkan kepada anak. Anak akan lebih mudah menerima jika langsung tindakan nyata bukan hanya nasihat hingga mulut berbusa.

• Ajari saling mengasihi dan menghormati

Jika ingin keluarga yang harmonis ajarkan kepada anak-anak untuk bersikap mengasihi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua. Dengan kesadaran seperti itu, otomatis konflik dalam keluarga terutama anak akan berkurang.

• Hindari terlibat dalam pertengkaran anak

Jangan hanyut dalam pertengkaran anak. Dengan terlalu memojokkan salah satu anak dan terlalu membela anak yang lain tanpa mengetahui permasalahannya. Akibatnya anak yang dipojokkan akan merasa tidak di sayangi. 

Disamping itu anak yang terlalu dibela dia merasa mendapat perlindungan sehingga sewaktu-waktu dia bertengkar akan sering mengadu tanpa belajar menyelesaikan. Orang tua cukup jadi perantara. Biarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri.

Jangan bertanya siapa yang memulai. Karena dalam pertengkaran anak, semua pihak menyulut emosi. Berbeda jika anak yang besar menindas adik yang masih bayi. Itu bukan dinamakan pertengkaran.

Jika pertengkaran di picu dengan pelanggaran aturan yang di tetapkan di dalam rumah. Maka bisa dengan pemberian hukuman yang tentunya sesuai dengan aturan tersebut.

Meski dalam pertengkaran anak, banyak yang menganggap sesuatu yang lumrah namun jangan sepelekan hal tersebut karena jika di biarkan akan berdampak pada perkembangan anak bahkan bisa juga akan meruncing hingga anak dewasa.

Salah satu dampaknya adalah anak tantrum, kurang nya kepercayaan diri anak, anak menjadi regresi yaitu bertingkah kekanak-kanakan atau seperti bayi lagi dan agresi baik verbal maupun fisik seperti memaki dan memukul.

Banyak anak memang banyak masalah yang menanti namun jika di jalani dengan kesabaran pahala juga akan menghampiri.

Demikian artikel singkat tentang cara mengatasi sibling rivalry dalam Keluarga.

Artikel ini ditulis oleh Hani Elhasbi yang berjudul “BANYAK ANAK BANYAK REJEKI NAMUN MASALAH JUGA MENANTI”. Semoga artikel ini bermanfaat untuk ayah bunda semua, khususnya cara mengatasi sibling rivalry dalam Keluarga

Post a Comment for "Cara Mengatasi Sibling Rivalry dalam Keluarga"